Tampilkan postingan dengan label Jogja and PSC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja and PSC. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 September 2009

*Maksa Asal Gak Maksa*

- Bubar (buka bareng bukan bubu bareng) adalah acara yang betul-betul bubar
*pasal 1*

- Makanan untuk bubar adalah makanan yang benar-benar bisa membuat kita 'bubar' menjadi tidak 'bubar'
*pasal 2*

- Orang-orang yang terlibat dalam bubar adalah orang-orang yang tidak akan merusak kebubaran menjadi makin 'bubar'
*pasal 3*

- Tempat untuk bubar bukan merupakan awal untuk 'bubar' akan tetapi awal untuk mengakhiri 'kebubaran'
*pasal 4*

- Kenikmatan bubar adalah saat semua rasa yang telah 'bubar' menjadi pudar dan berubah
*pasal 5*

- Niat tekad semangat untuk bubar adalah kunci agar bubar benar-benar tidak 'bubar'
*pasal 6*

- Badak di ujung hidung tak dapat dikalahkan oleh tengu di ujung celana-
UU bubar no 1 th 2009

>,< Sekian


:: maknanya silahkan cerna sendiri.

*by: someone at somewhere*
Kamis, 10 September 2009
Sebenarnya sudah cukup lama aku merahasiakan rencana kepindahanku dari kota gudeg ini,tapi aku baru bisa mengatakan pada semuanya pada bulan Februari 2009 sepulang aku dari Bandung. Beberapa orang sudah curiga karena pada masa Key-in (KRS-an) aku sama sekali ga sibuk gembar gembor mau ambil kelas apa.

Memberitahunyapun tidak langsung pada semuanya. Awalnya hanya beberapa saja yang tahu sampai pada akhirnya terbongkarlah semua. Mereka agak kaget juga dan menanyakan penyebab kepindahanku. Sebenarnya ada beberapa faktor tapi aku tak menyebutkannya (it's secret. wkwkwk). Memang salah satunya sudah mereka tebak. Aku memang kurang sreg dengan jurusan yang bukan keinginanku. Sudah berusaha mencintaipun tetap ga dapet chemistry nya. Semua itu hanya seperti status palsu (hahaha agak-agak nyambung toh!?). So, daripada duit kebuang sia-sia ya mending pindah saja sekalian.

Mereka yang tidak menginginkan perpisahan ini (huahahaha GR pisan!) berusaha mensuport aku, sampai-sampai si Nyai menawarkan diri bakal jadi dosen pribadi aku, yang lainpun begitu. Tapi apa daya takdir berkata lain. Aku tetap harus meninggalkan kampus dan kostan tercinta.

Agak berat juga hati ini,tapi aku yakin inilah yang terbaik dan mungkin ada sesuatu yang indah dibalik ini semua.Amien. Semua pada nyuruh aku biar ga pindah, katanya tar jadi sepi. (wuahahaha ga ada aku yang eksotik ini emang ga rame!! Wkwkwk juzkiding ah).

Sepulang dari Bandung itu,aku hanya beberapa hari di Jogja. Hanya ingin pamitan sama mereka dan memandang wajah-wajah mereka yang asem-asem (hahahaha ga segitunya kalee). Hari yang mengharuskan aku pulang ke Magelangpun tiba. Terlihat wajah-wajah asem yang berubah jadi layu, apalagi wajah Mbasiw yang seakan tidak rela aku pindah! Wuahahaha... Lebai ah semuanya! Hihi. Saat itu aku tidak langsung mengangkut barang-barang. Aku hanya baru membereskan barang-barang.

Beberapa waktu kemudian,aku baru mengangkut barang-barang ditemani orangtuaku. Tanpa dikomando, secara sadar diri mereka membantuku angkut-angkut. Merekapun memintaku menginap semalam,tapi aku menolak karena benar-benar tidak ada persiapan.

Kini,kurang lebih 6 bulan aku pindah. Dan kini PSC terpecah karena setelah aku pindah, Ringringpun pindah kuliah, begitu juga dengan tante. Sedangkan Lishlish, Tiku, dan Ucil sekarang pindah kost. Yang tersisa tinggal Mamih, Kodel, Nyai, Donkdonk, dan Mbasiw. Tapi walaupun kami berpencar, kami tetap berkomunikasi. Yah,walaupun hanya 6 bulan aku disana,tapi banyak banget pengalaman mengesankan baik itu di kost ataupun dikampus. Kini kami siap menjalani hidup masing-masing demi mengejar cita-cita kami dengan diiringi kenangan-kenangan indah yang pernah kami lalui bersama (wewww...prikitiw..). I lup u all!!
Saat itu aku dan ketiga teman kost ku yaitu Ucil, Kodel,dan Ring2 tiba-tiba punya niat buat berenang karena pada saat itu cuaca memang panas dan kami membayangkan betapa segarnya 'berkubang' di air. Maka di siang bolong kami berangkat ke kolam renang salah satu PTN dengan menumpangi bis otok otok.

Sesampainya disana dengan segera kami mengganti kostum kami. Setelah ganti kostum kaos oblong,kami tidak segera berenang tapi kami duduk-duduk sejenak di tribun.
"wiw, panas gini, yakin mau nyemplung?", si kodel angkat bicara.
"tar dulu lah, santai.", jawab diriku
Akhirnya kami berempat duduk termenung memandang orang-orang yang asyik 'berkubang' sampai kami menemukan saat yang tepat buat nyemplung.
"yu ah sekarang aja, malah mendung neh", ajak aku. Kami segera menuju salah satu kolam. Foto-foto sejenak,laluuu...

"byuurr.....!". Kami semua nyemplung ke dalam air. Diantara kami yang bisa renang hanya Ucil,jadi aku ,kodel, ringring hanya berjalan-jalan dan bermain air saja.

"eh coba liat mbak-mbak diatas situ", Ucil mengarahkan kami agar melihat ke kolam yang ada tempat lompatnya.

"wiw, mu lompatkah dia? Ragu-ragu bener", kataku. Kami tetap menanti mbak-mbak yang berbadan cukup 'semogh' itu melompat dari ketinggian seraya berpikir "apakah ia ingin menyaingi Mr.Limbad yang terjun dari ketinggian 20meter??" (wew... Bukan bukan. Waktu itu Mr.Limbad belum masuk tipi. Maksudnya....), "apakah begitu dia jatuh ke air bakal ada getaran atau airnya langsung habis seketika??" (pikiran jenius nan nakal). Dan ternyata memang ada getaran sedikit sewaktu dia mendarat di kubangan air kolam. (hohoho enggak qo, boonk. Itu hanya karena saat ia mendarat,berbarengan dengan kentut saya,jadi saya agak sedikit bergetar).

Puas berkubang di kolam sebelumnya, kami pindah ke kolam anak. Tadinya mau ke kolam bayi,tapi takut airnya abis kalau saya nyebur disana. Setelah berkubang cukup lama, sampai merasa daki benar-benar rontok, kamipun menjadi lapar dan segera menuju kantin.

Kami memesan mie rebus. Sambil makan,kami tetap asyik mengobrol sambil melihat orang-orang dari jendela. Ga lama tinggal aku dan Kodel yang belum habis makanannya, itupun Kodel tinggal 3 suap lagi. Tapi saat lagi asyik-asyiknya makan, Ucil memperlihatkan sesuatu. Begitu aku melihatnya spontan aku ingin tertawa dan tanpa sengaja aku memuncratkan mie yang baru ku masukkan ke mulut ke mangkuk Kodel.

"buurr", mie dari mulut mendarat di mangkuk Kodel.
"hiyyaaaa,eceu geuleuh ih!!", seru Kodel.
"wuahaha sori,sori, cuy, ga nahan liat gadis bikini!", aku meminta maaf. Ucil dan Ringring malah cekikikan.

Hal itu memang terjadi secara spontan. Gara-gara melihat seorang gadis (mungkin SMP) yang agak "semogh" memakai bikini warna agak aneh dan (maaf) gak cocok lah kalau pake bikini. Tampak ganjil!. (maaf Ya Allah udah ngetawain orang). Lalu Kodelpun tidak meneruskan makan yang hanya 1 suap lagi. Sedangkan aku tetap melanjutkan sambil cekikikan. Kenyang makan, kami berencana pulang.

Setelah ganti baju, kamipun pulang dengan menggunakan bis otok-otok lagi. Walau mengantuk,tapi tetap saja kami cekikikan mengingat kejadian tadi.
Suatu hari di bulan Januari 2009. Ga lama lagi waktunya mudik. Kodel yang ikut aku pulang ke Bandung pun siap untuk ikut beli tiket kereta dan oleh-oleh.

Saat itu yg berangkat hanya Aku,Kodel,dan Ucil. Kami berangkat menggunakan trans jogja dan turun di shelter Malioboro. Dari shelter ke stasiun lumayan jauh, walau hari tidak begitu panas tapi tetap saja bikin gerah.

Di stasiun, kami bisa ngademin badan sejenak sambil mengisi formulir pemesanan. Setelah dapetin tiket, kami menuju bakpia BE untuk membeli oleh-oleh. Karena perasaan kami toko tersebut letaknya tidak jauh dari stasiun,maka kamipun jalan kaki.

"perasaan deket,tapi kok ga nyampe-nyampe ya??", keluhku.

"ia ya..", Kodel mengiyakan.

"sabar", kata Ucil.

Kami terus menyusuri jalan. Ternyata memang jauh kalau jalan mah. Buset dah, pegel kaki. Cuaca panas-panas mendung pula. Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup lama,kami sampai di toko bakpia BE. Toko itu terletak disamping pasar Pathuk.

Setelah beres beli oleh-oleh, kami jalan lagi ke malioboro melewati samping toko BE. Jauuuh gila!. Di malioboro pun kami masih menyusuri jalan melawan arah menuju shelter malioboro 1. Keringat mulai bercucuran, kaki meronta-ronta, pikiran melayang-layang.Haha.

Sampai di shelter pun kami masih harus menunggu jalur 2A. Karena jalur itu muter jauh, maka cukuplah bagi kami mengistirahatkan kaki sejenak. Di depan kami ada sepasang bule. Dua duanya memakai sepatu boot yang besar kayak mau ngegiles aspal! Haha. Ga lama si bule mulai agresif. Dari ngelus-ngelus rambut, becanda-becanda, sampai saling menempelkan hidung. Untung tu bule masih punya moral ya, ga ampe ciuman di dalem trans jogja!. Ga kebayang dah kl ampe liat live show kissing si bule. Huek.. Pasti langsung saya rekam dan upload ke youtube! (haha ya gak lah! Ga tega sayah. Yang ada juga si bule ditimpukin ama orang-orang!).

Si bule masih aja agresif. Suer risih saya liatnya.Tapi bikin pengen ketawa. Lucu tau! Haha. Kami bertiga saling berpandangan, senyam senyum, dan akhirnya smsan ngomentarin si bule. Padahal aku,Ucil, Kodel duduk bersebelahan.

Akhirnya si bule pun turun di RS. Bethesda. Si bule turun, eh naik beberapa orang wanita, pakaiannya cukup seksi sampai-sampai (maaf) daleman atasnya agak keliatan. Si bapak supir dan kondektur malah curi-curi pandang lewat kaca. Ckckck. . Aku hanya geleng-geleng seraya mengucap "astagfirullah" di dalam hati.

Ga lama mereka turun, dan trans pun agak kosong. Kami turun di shelter UNY,lalu jalan menuju kios buah-buahan. Setelah membeli buah, kami langsung naik bis otok-otok dan kembali ke kostan.

Hadoh,ada-ada saja pengalaman hari itu.

*Poseudon 2* (jogja and psc #18)

Setelah mengisi formulir, kami dipanggil untuk interview, yang dipanggil pertama hanya 4 orang, sisanya Mbasiw dan Ringring menunggu giliran. Awal masuk ruangan agak tegang,tapi suasana dibangun hangat sehingga jadi santai dan ga tegang. Nyai kebagian di interview oleh mas-mas berwajah garang, berambut agak gondrong kriting, dan brbadan besar. Wajahnya persis raksasa yang akan memakan mangsanya.Haha. Ucil dan Kodel tidak ku perhatikan karena keburu mbak-mbak yang wawancara aku mulai angkat bicara. Sebut saja dia Mbak Ha (inget mbak ha, bukan mbek ha!Ok!).

Mbak Ha mulai nanya-nanya, dari riwayat organisasi sampai motivasi. Dengan duduk santai bersila,akupun menjawab dengan santai.

"hm, kenapa mau jadi sie.kesehatan?", tanya Mbak Ha.

"karena pengen nolong orang, takut ada yang pingsan gitu", jawabku polos. (hahaha mantep kan jawabannya! Bodoh!). Si Mbak hanya bilang "oh", sambil senyum ngenes.

"tau blabla (lupa dia ngemeng apa)", tanyanya lagi.

"engga.. Heheh", aku menggeleng. Terlihat wajah asem Mbak Ha yang menelan ludah".

"ehm, untuk sie.pubdekdok, coba kamu gambar desain panggung kreasi kamu", ucap Mbak Ha sambil menyodorkan kertas dan spidol.

"aduh mbak, saya mah daftar pubdekdok karena mau ambil yang dokumentasinya aja. Hehe", jawabku yang lagi-lagi dengan santainya mengeluarkan jawaban ajaib.

"owh.. Punya camdig?"

"punya.."

"hasil fotonya bagus atau biasa saja?"

"biasa aja. Hehe", aku menjawab dengan senyuman.

"hm.. Kalau konsumsi misalnya sewaktu jam makan siang untuk Sultan dan tamu lain, tapi makanan dari cateringnya belum datang, apa yang akan kamu lakukan?", si Mbak Ha sudah agak serius.

"mungkin akan saya beri snack dulu", jawaban simpel.

"kalau snacknya belum ada juga?"

"sementara saya beri minum, lalu saya langsung berkoordinasi dengan para sie.konsumsi lainnya untuk membeli makan siang diluar. Toh hanya untuk tamu VIP saja kan?", jawaban yang mulai serius terucap dari bibirku. Si Mbak manggut-manggut kagum. Haha.

"lagian kita kan kerja tim mbak, jadi bisa diusahakan lah", aku meyakinkan. Mbak Ha lagi-lagi terkagum-kagum.

"coba diperagakan seandainya memberi konsumsi ke Sultan. Dari pintu situ ya (pintu sebelah kanan Mbak Ha)", pintanya.

"dari sini ajalah mbak", tawarku. Si Mbak hanya ngangguk dan senyum. Akupun memperagakannya. Hadoh!.

"Hm,oke kalau gitu. Kamu bisa konsisten dan menerima konsekuensi?", tanyanya.

"ya, saya bisa", jawabku tegas.

Obrolan lain berlanjut sebentar,lalu aku di ijinkan keluar. Lega rasanya. Sebenarnya sih ikut interview ini cuma iseng-iseng aja. Hehe.

Setelah semua beres,kami keluar. Sholat sebentar sambil menunggu Mbasiw ke rektorat, lalu makan, dan pulang ke kost.

Malamnya pengumuman sudah muncul. Kami semua (Nyai, Aku, Kodel, Ucil, Ringring, Mbasiw) diterima. Aku,Ringring, Mbasiw divisi konsumsi. Nyai dan Kodel divisi Dana Usaha. Ucil divisi Pubdekdok. Sayang,aku keburu pindah,jadi terpaksa aku mengundurkan diri. Huhu. Tapi alhamdulillah katanya acara berjalan lancar walau banyak perubahan rencana.

*Poseudon 1* (jogja and psc #17)

Sepulang UAS, Aku,Kodel, Ringring, Mbasiw, Ucil janjian kumpul di hall depan. Kebetulan saat itu di depan ruanganku ada papan pengumuman. Iseng-iseng melihat papan sambil sejenak melepas kepenatan soal-soal ekonomi pengantar yang bikin mata jereng, mataku tertuju pada sebuah pamflet. Inti dari pamflet itu adalah penawaran untuk menjadi panitia dalam expo seni budaya nasional 2009. Aku, Kodel, Ringring tertarik dengan pamflet itu,tapi karena Ucil sms dia udah nunggu di hall depan, akhirnya aku hanya baca sekilas.

"eh eh, ada expo seni budaya lho, ikutan coba-coba jadi panitia yuk", ajakku pada semuanya.

"ehm aku juga tadi sempet liat pengumumannya sih tapi ga dibaca", kata ucil.

"interviewnya di kampus atas ya?", tanya Mbasiw

"iya,tapi daftarnya bisa lewat sms", jawabku.

"yaudah diomongin lagi di kost, sekarang makan dulu aja yuk sekalian", Kodel angkat bicara.

"iya makan dulu,laper nih", Nyai mengiyakan.

"dimana?",tanya Ucil

"di mie dogdog aja biar deket", kata Ringring. Tanpa belok dulu ke kost,kami semua langsung menuju mie dogdog.

Saat sibuk memesan makanan, lagi-lagi aku melihat pamflet itu yang tertempel ditembok.

"eheheh disini juga ada lho", seruku. Kawan kawanku langsung sibuk ikutan liat.

"udah makan dulu, tar pulangnya dicatet no hpnya", ucap Kodel.

Sehabis makan dan setelah membayar, aku sibuk mencatat contact person dari Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (LEM FE), sedangkan ringring mencatat format smsnya. Tapi tiba-tiba...
"sreeeet", kertas itu terlepas dari tembok.

"susah-susah mending bawa aja kertasnya", ucap Ucil sambil memberikan kertas itu.

"hahaha ia juga ya. Pintar kau!", seruku.


Sorenya kami mendaftar via sms, dan kami diberitahu bahwa interview akan diadakan tanggal 17 Januari 2009 (anggap aja tanggal segitu, saya lupa tanggal sebenarnya.Hehe). Kebetulan anak akuntansi tanggal segitu ga ada ujian. Ujian di kelas hanya 2hari, dan 2hari lainnya hanya mengumpulkan tugas kombis+inggris. Tapi entah mengapa pada hari H, kami merasa malas dan akhirnya kami tidak jadi interview.

Besoknya kami mendapat sms bahwa interview susulan diadakan tanggal 20 Januari. Kamipun akhirnya memutuskan ikut interview. Kebetulan pada tanggal itu kami ke kampus hanya untuk menyerahkan tugas bahasa inggris. Selain itu Ucil dan Mbasiwpun sekalian ngurus KTMnya yang hilang.

20 Januari pun tiba. Jam 10 tiba di kampus, jam 10.15 kami sudah selesai dan berkumpul di hall tengah sambil menunggu Ucil dan Mbasiw yang bulak balik ke bagian akademik. Sekitar jam 11an kami langsung menuju kampus terpadu di Kaliurang.

Cuaca yang panas tak membuat kami mengurungkan niat. Dengan 2X berganti bis otok-otok kami tetap semangat. Padahal di bis otok-otok menuju Kaliurang tuh penuh banget, walau udah kebagian tempat duduk tetep aja mesti bagi-bagi ama penumpang lain. Keringat bercucuran, pusing kekurangan oksigen, serta bau segala rupa. Begitu turun depan kampus, kami serasa menemukan udara segar.

Dari depan,kami mesti jalan lagi ke kantor LEM U. Cukup jauh juga. Begitu sampai, kami bertemu salah satu pengurus LEM yang menyuruh kami masuk. Aku merasa familiar dengan wajah mbak-mbak itu. Setelah ku ingat-ingat ternyata dia pemandu kelompokku waktu ospek universitas. Walah padahal baru beberapa hari yang lalu aku sms dia menanyakan tentang poseudon,tapi begitu ga sengaja bertemu,aku agak tak mengenali (Haha maklum pelupa).
*bersambung*

*Prambanan* (jogja and psc #16)

Minggu pagi yang cerah untuk jiwa yang sepi. Kepenatan kembali melanda para penghuni kostan. Bingung tak tau apa yang mau dilakukan,akhirnya 5 bidadari memutuskan bersemedi di Prambanan.

"udah pada siap?",tanyaku. Ucil, Mbassiw, Kodel, Ringring mengangguk dengan penuh semangat.

"ok,lets go!", tambahku.

Kami berlima langsung berangkat menuju shelter, tidak lupa mampir dulu di sebuah minimarket untuk membeli perbekalan. Tidak terlalu lama kami menunggu kedatangan trans jogja. Dengan transit 2X dan memakan waktu kurang lebih 45 menit, kami sampai di shelter prambanan.

Dari shelter ke pintu masuk candi masih cukup jauh. Kami masih harus berjalan beberapa kilometer dan melewati perbatasan antara DIY dan Klaten. Walau jaraknya jauh,tapi ga begitu kerasa karena kami berjalan sambil berfoto ria dan bercanda.

Cukup lama berjalan,akhirnya kami sampai juga di pintu masuk candi. Tapi ternyata HTM candi itu Rp. 15.000, sedangkan budget kami masing-masing 20ribu dengan perkiraan HTM 10ribu. Sisanya 6ribu ongkos PP, 3ribu patungan beli makanan, itupun ada tambahan sendiri-sendiri. Sempat bimbang juga kami saat itu. Hanya terpana melihat papan yang menunjukkan HTM. Keuangan sudah menipis, ke Prambanan pun dengan sisa-sisa uang bulanan. Kami berunding sejenak di dekat pintu masuk sambil jongkok kayak anak ilang plus ngemil kue crackers yang dibeli tadi. Benar-benar kayak orang stres. Sampai-sampai kami berpikiran untuk membatalkan masuk ke Prambanan dan mencari tempat lain semisal pantai, keliling malioboro, atau kaliurang. Tapi setelah dipikir lagi, malah bertambah budgetnya kalau ke tempat-tempat tersebut. Kamipun tetap sibuk melakukan perundingan. Ga lama kami tersadar bahwa posisi kami sangat tidak nyaman,apalagi di dekat pintu masuk yang banyak orang berlalu lalang. Akhirnya kami memutuskan pindah tempat perundingan.

Di dekat jongko-jongko yang tutup kami kembali duduk dan terdiam. Suasana hening. Hanya terdengar bunyi gigitan crackers, angin, dan suara perut yang lagi dugem. Krenyes krenyes wuush dugdug kriukkruyuk...... (haha lebai!).

"gimana nih? Apa mau nambah 5 ribu aja,tapi malem kita makan mie??", Ucil memecah keheningan. Kami semua saling berpandangan. Maklum walau hanya 5ribu, tapi bagi kami sangat berarti. Dengan 5ribu kami sudah bisa makan kenyang.

"yaudalah gapapa. nanggung udah sampai sini", kata Mbassiw.

Akhirnya kami memutuskan tetap masuk ke Prambanan dengan menambah 5 ribu rupiah. Suasana yang penuh kebimbangan tadi,akhirnya pecah dan berubah jadi suasana penuh keceriaan. Di area candi (walau masih jauh menuju candinya mah) kami berpose ria, ketawa ketiwi, benar-benar lupa akan kebimbangan tadi.

Sampai di samping candi utama, kami istirahat sejenak sambil foto-foto dan menikmati suasana sekitar. Memandang orang-orang yang berlalu lalang, dari bule jepang, bule lainnya, sampai orang pribumi. Lagi asyik berfoto,eh ada bapak-bapak yang katanya dari sukabumi yang mau ikut difoto juga. (sarap ih iseng pisan, padahal ada istrinya juga). Mau ga mau ya beberapa diantara kami berpose juga ama si bapak.

Merasa istirahat sudah cukup,kami kembali berjalan mengitari candi. Menikmati dan mengagumi keindahan yang dimiliki negara ini. Saat itu langit sudah mulai mendung,tapi kami tetap tak beranjak dari area candi utama. Lagi-lagi kami duduk-duduk dan foto-foto. Cukup lama kami duduk, angin bertiup makin kencang,kamipun memutuskan untuk pulang. Baru berjalan beberapa langkah, angin yang sangat besar datang, cukup membuat kami semua takut (takut angin puting beliung), pasir-pasir berterbangan, kami berlarian mencari jalan keluar. Akhirnya kami keluar dari areal candi utama.

Tanda-tanda hujan bakal turun semakin jelas,kami mempercepat langkah kami. Jalanan yang cukup jauh membuat kaki pegal,tapi kami tetap melangkah. Sampai di gerbang, hujan pun turun,tanpa berteduh kami tetap berjalan menuju shelter. Di perjalanan kami tetap ketawa ketiwi, lagi-lagi berasa laskar pelangi yang bermain hujan.Wahahaha. Si Ucil n Kodel sampai nyeker lho!. Baju kami basah semua,tapi asyik euy,rame. Haha.

Sampai di shelter, buanyak banget orang disana. Desek-desekan pula. Kami pikir mereka sama seperti kami yang akan menaiki bus berwarna kuning-hijau itu, makanya begitu si supir siap-siap memajukan busnya, kami desak-desakan ke depan. Begitu kami duduk,eh ternyata biasa-biasa aja ga sepenuh orang-orang yang ada di shelter. Gendok,padahal udah buru-buru takut ga kebagian kursi. Orang-orang ngeliatin kami yang cuek dengan baju basah sambil rebutan sisa-sisa crackers.

Beberapa waktu kemudian,kami sampai di shelter UPN. Kami masih harus jalan beberapa kilo menuju kostan. Muka udah pada kucel, bete, capek, dan suasana diam. Sebelum sampai kostan, kami mampir membeli makanan kebangsaan anak kost,yaitu MIE INSTAN!! Haha. Sampai dikost kami semua tepar. Benar-benar lelah rasanya.
Malam minggu malam yang panjang dan mengasyikkan. Tapi terkadang juga membosankan apalagi bagi para longdistancer. Disaat orang-orang ngedate ama para peliharaannya (baca: kekasih hatinya), kami hanya terdiam di kostan.

Saat itu di malam minggu yang membosankan, dikost semua kumplit kecuali Ucil dan Lishlish. Sekitar pukul 9 malam kami kelaparan tapi malas makan nasi. Setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan untuk beli burjo dan makan disana. Sambil nunggu pesanan, seperti biasa kami foto-foto (minta difotoin ama tukang burjo), ngobrol-ngobrol ngalor ngidul, ketawa ketiwi cekikikan. Sambil makan pun sambil ngobrol.

Setelah menyantap burjo, kami masih betah nangkring disana. Cowo-cowo yang biasanya nangkringpun jadi ga pada nangkring (karena tempatnya dikuasai kami kali ya). Haha. Lagi asyik-asyiknya ngobrol, kami melihat juragan kost nongol-nongol kepalanya sambil melihat ke arah kami lalu masuk lagi ke dalam.

"eh,si boby (bukan nama sebenarnya) ngapain tu?", tanya Mamih.

"ngecek doank kali kalo kita masih ada disini apa ga", jawab Tante.

Kami melanjutkan obrolan dengan suasana yang ramai kayak di pasar (padahal udah malem lho). Lagi-lagi juragan kost bulak balik melihat arah kami. Tapi kami pura-pura ga liat.

"diemin aja, pura-pura ga liat",kata donkdonk.

"nyuruh pulang mungkin", kataku.

"ah santai aja masih jam segini kok", tukas tante.

Dan kami kembali melanjutkan pembicaraan kami tanpa menghiraukan juragan kost yang ketiga kalinya mondar mandir sambil melihat ke arah kami. Kami benar-benar cuek saat itu. Tapi tiba-tiba juragan kost mengunci pagar depan tanpa memberitahu kami terlebih dahulu. Wah kami cukup naik darah saat itu. Apalagi gerbang samping memang sudah dikunci,kami keluar dari gerbang depan.

"ih kok dikunci sih! Ga liat apa kita disini!", tante naik pitam. Yang lain juga sama menggerutu.

Agak kesal juga, tapi dari dalam hatiku yang terdalam aku berpikir bahwa kami juga salah. Cewe udah malam tapi masih diluar dan mungkin maksud si juragan bulak-balik juga sebagai tanda bahwa kami harus balik ke kos. Cuma caranya salah, kalau mau ya bilang saja sama kami kalau gerbang mau dikunci. Jangan maen ngunci begitu saja.

Walau gerbang sudah dikunci, tapi kami ga langsung pulang. Kami masih tetap di burjo sambil nunggu Lishlish dan Ucil pulang. Lagian di dalam ada Tiku yang sedang tertidur, kami cukup membangunkan dia saja.

Ga lama Lishlish pulang. Kamipun menyudahi acara nangkring kami. Di depan gerbang samping kami teriak-teriak manggil Tiku (ga sopan sih, tapi saat itu kami dibutakan amarah biar juragan tahu kalau kami ga bisa masuk). Tiba-tiba juragan datang dan membukakan gerbang. Cukup membuat malu dan terdiam juga. Kami langsung masuk dan ngobrol-ngobrol lagi sampai larut malam didalam.
Rabu, 09 September 2009
Selama 6 bulan di Jogja ada beberapa tempat di sekitar kostan yang menjadi tempat nongkrong favorit kami anak-anak PSC yang dudul nan begajul.

Dari yang terdekat, tepatnya di samping kostan, ada burjo hut. Tempat ini selain jualan burjo alias bubur kacang ijo, juga jual nasi dengan berbagai lauk. Ada nasar (nasi sarden), ada nastel (nasi telur), nasdeng (nasi bandeng), mie goreng, mie rebus, aneka minuman panas dan dingin, dan lain-lain. Harga makanan seporsi 3500, minuman bervariasi dari 1000-2000 rupiah. Murah kan!. Tempat ini menjadi alternatif bagi kami kalau lagi malas nyari makan jauh-jauh.

Lalu berikutnya ada tempat makan yang kami sebut Mie Dog Dog. Eitz bukan mie anjing anjing lho. Tempat ini jaraknya sekitar 50m dari kostan. Tempat ini alternatif kedua kami kalau malas jalan jauh. Disini tersedia macam-macam makanan dan minuman. Yang khas adalah Mie Dog Dog. Sebenarnya mie dogdog itu mie goreng biasa, cuma mie gorengnya pake kuah, kecap, bumbu-bumbu racikan lainnya, dan telur. Kuahnya kental. Harganya juga murah. Seporsi mie dogdog dan es jeruk hanya 5000 rupiah.

Lalu ada angkringan kebon. Tempat ini jaraknya cukup jauh,tapi ga jauh-jauh amat. Angkeb ini bukanya dari mulai sehabis magrib. Kami kadang-kadang makan ditempat ini. Walau judulnya 'angkringan' tapi tempatnya nyaman banget. Ada lesehannya juga+taman-taman gitu deh. Harganya juga ga mahal-mahal amat. Bawa uang 5 ribu pun sudah cukup. Pokoknya angkeb ini paling asyik buat nyantai n nongkrong.

Di sekitar angkeb ada juga tempat makan favorit kami, kami biasa sebut Fuyunghai. Sebenarnya nama tempatnya bukan itu, kami nyebut demikian karena kami biasa pesan fuyunghai disini. Tapi kadang pelayananya luama banget, bisa setengah jam bahkan kalau rame bisa lebih lho!. Kelebihannya, makanannya enak-enak dan murah. Ya bawa sajalah duit 10ribu, itupun masih ada kembaliannya.

Kalau lagi laper banget, biasanya kami lari ke warung padang yang hanya dipisahkan 2rumah dari burjo. Tau sendiri warung padang kan murah (asal lauknya ga yang mahal.Hehe), porsinya juga buanyak banget. Dijamin kuenyang rek!.

Selain tempat-tempat makan, tempat nongkrong favorit kami adalah bendungan. Jaraknya juga g jauh dari kost. Kami tahu bendungan ini dari lakinya Tante. Awal-awal kesana (belum banyak yang tau) tempatnya bersih, pemandangannya bagus, apalagi kalau naik ke atas bukitnya. Biasanya kami kesini untuk merefresh otak dan foto-foto. Enak buat ngelamun dan merenung. Hehe. Tapi setelah beberapa kali kesana tempatnya jadi agak kotor dan udah ada yang jualan. Beruntung pernah menjamah saat tempat itu masih 'perawan'. Hehe.

Next, UGD 24. Nah,yang ini bukan rumah sakit. Tapi tempat hotspotan. Biasanya sambil pada hotspotan, sambil makan dan minum juga. Sejenis cafe tapi bukan cafe. Tempatnya sederhana tapi asyik.

Kalau urusan membeli keperluan sehari-hari atau bulanan,selain ke warung sebelah kost, kami biasanya ke 2 buah mini market. Yang satu letaknya di arah kampus (sebut aja nama tokonya "Laku"), ada juga di deket fuyunghai (sebut saja "Gading Gajah"). Kedua minimarket itu adalah tempat favorit kami. Harganya juga murah meriah. Pas buat kantong para mahasiswa lah pokoknya.

Sebenarnya banyak tempat-tempat lain. Tapi ga mungkin disebutin semuanya. Buanyak buangget!!. Asyik-asyiklah pokoknya. Kangen ama tempat-tempat itu. Haha.
Kamis, 20 Agustus 2009
Di bulan Desember, final aksi menebar kebaikan digelar. Kelasku diwakili oleh timnya Erli (bukan nama sebenarnya), kelompok mereka melakukan kegiatan mengunjungi panti asuhan, memberi bantuan, dan menghibur anak-anak panti. Tadinya hari itu aku males banget ke kampus,tapi berkali-kali Achank menyuruh aku dan Kodel datang menonton final itu.

Aku,Kodel, Ucil, dan Mbassiw berangkat bareng. Mamih berangkat duluan karena kelompoknya terpilih mewakili kelasnya, dan Nyai sudah duluan karena mendukung kelasnya. Walau Ucil bukan anak Akuntansi,tapi dia juga ingin melihat kegiatan-kegiatan yang dilakukan kelompok-kelompok terpilih itu. Karena tempatnya dibagi dua, maka saat di hall depan Mbassiw memisahkan diri karena kelasnya kebagian di hall tengah, sedangkan kelasku kebagian di Aula Utara yang terletak di lantai 3. Ternyata eh ternyata pendukung kelasku yang datang cuma kami bertiga, Achank, dan Deeje. Dengan setia kawan kami menunggu giliran mereka presentasi. Lumayan dosenku berbaik hati membagi konsumsinya.

Setelah akhirnya tim Erli maju, aku bertiga segera keluar karena ingin cari makan.

"makan dimana?", tanyaku

"terserah", jawab kodel

"di tempat jauh aja sekalian yuk, sekarang kita ke shelter trans aj", kata Ucil.

"tapi dimana? Udah laper nih", seruku.

"ya dimana gitu sekalian refreshing", ucap Ucil

"udah mending sekarang cari makan sekitar sini dulu, baru tar jalan-jalan", ucapku lagi

"ya udah di mie dog dog aja, Kodel juga pengen pipis", Kodel mengusulkan. Kamipun sepakat. Sementara Kodel ke kost, aku dan Ucil ke mie dogdog. Jaraknya hanya sekitar 50m dari kostan kami.

Sehabis makan,perdebatan masalah tujuan jalan-jalan terjadi. Dari rencana ke kali urang dengan ngajak Bobo agar motornya cukup, sampai rencana ke pantai. Tapi akhirnya kami memutuskan ke Gembiraloka alias kebun binatang. Setelah sepakat, kami ke kost sejenak untuk sholat zuhur dan langsung menuju minimarket untuk membeli cemilan dan lain-lain. Setelah itu langsung ke shelter trans Jogja.

"eh, ini mbassiw sms nanya kita udah pulang apa belum,kalau belum mau bareng katanya ", kataku sambil menunjukkan sms dari Mbassiw.

"ajak aja sekalian mbassiwnya, mumpung belum datang transnya", seru Ucil.

Mbassiw yang pengen ikut juga akhirnya buru-buru menyusul kami. Tidak lama kemudian transpun datang. Gerimis menyambut kedatangan kami di kebun binatang. Setelah membayar tiket masuk Rp.10.000 (agak kaget juga,mahal amat!), kami masuk ke dalam dan menyusuri area bonbin. Kodel sangat tidak sabar ingin bertemu soulmatenya tapi kami masih belum menemukan kandang soulmatenya.

Lelah berjalan, kami istirahat sejenak sambil melihat gajah. Setelah itu kami kembali berjalan dan menemukan soulmatenya kodel yaitu Amank! . Percaya ga percaya si Amank yang tadinya diam walau digoda orang lain, tapi begitu Kodel dengan tulus ikhlas riang semangat menirukan suara Amank, si Amank langsung membalas teriakan itu sambil gelantungan. Keliatan banget dia kegirangan. Mungkin dalam hatinya ia berbicara

"oh Tuhan akhirnya kau pertemukan aku dengan bocah ini. Daritadi aku galaw tapi tak ada yang menghibur. Terimakasih Tuhan. Seandainya aku dapat hidup bersamanya,aku akan menjaganya!".

Orang-orang yang daritadi berusaha mengibur Amank tapi gagal terperangah melihat aksi Kodel seakan berkata : "ini anak emaknya kali y??Mukanya juga ga jauh beda". Si orang utan dengan tampang memelas yang ada di samping kandang Amank juga mungkin berkata "mau donk digoda, iri deh rasanya". Sedangkan aku hanya bisa bengong lalu ketawa ketiwi melihat interaksi antara Kodel dan Amank yang unik itu.

Puas menghibur Amank, kami kembali berjalan. Lelah juga dan hari sudah mulai sore. Kamipun memutuskan untuk pulang. Perjalanan ke arah pintu keluar rasanya jauuuh sekali, nanjak pula, ga kuat lagi rasanya. Sampai di luar kami beli minum dulu lalu menuju shelter. Nah di shelter, si Ucil malah ngotot-ngototan sama si mbak-mbak penjaganya. Si mbak-mbak dengan baik hati ngasih tau naek jalur 2B dan turun di terminal Condong Catur, eh si Ucil ngotot pengen tau kalau turun UPN naik jalur berapa. Padahal si mbak-mbak udah ngasih tau kalau ke UPN muternya jauh dan harus transit. Ucil tetap ngotot tapi akhirnya dia masuk juga ke shelter. Si mbakmbak wajahnya bete banget.

Saking lelahnya, si Ucil ampe ketiduran di trans. Kalau kami tega seh kami foto tu wajah eksotik dengan mulut menganga,tapi senakal-nakalnya kami,kami masih punya hati apalagi keliatan banget dari mukanya kalo dia kecapekan. Sampai di condong catur,kita turun dan ganti jalur 3B. Di jalur 3B hanya sebentar karena kami turun di RS. JIH yang letaknya memang tidak jauh-jauh amat dari condong catur. Dari JIH kami memakai taksi karena masih agak jauh kalau ke kostan kami. Sungguh perjalanan melelahkan dan mengasyikkan.
Menggila adalah kegiatan yang tiap hari kami lakukan entah pagi, siang, ataupun malam. Pagi-pagi sudah berisik entah sekedar rebutan kamar mandi, gedor-gedor kamar mandi karena kebelet boker, sekedar joget-joget ga jelas, sekedar bertegur sapa tapi sambil ketawa ketiwi dan kejar-kejaran. Malamnya membuat keributan sampai tengah malam apalagi kalau malam minggu atau libur, biasanya kami baru tidur jam 3 pagi. Kami juga suka mengadakan acara bubar alias bubu bareng. Tiap kamar sudah pernah ku jamah kecuali kamar Tiku, Donkdonk,LishLish, dan Mbassiw. Aku adalah orang paling aktif dalam urusan bubar. Kamar yang paling favorit bagi kami adalah kamar Ringring, soalnya kasurnya gede sih. Hehehe. Kamar tante jadi tempat favorit kedua karena ada tivinya. Haha. Biasanya kami membuat kamar-kamar menjadi kayak kapal pecah yang bertabrakan dengan gunung es raksasa lalu barang-barang berhamburan dan seketika hilang di Samudera Antartika dan jangan kembali! Parasit! (wew wew qo jadi nyanyi??Ga nyambung banget!).

Salah satu kegilaan kami adalah konser ga jelas. Dengan pedenya kami konser di tengah-tengah tangga bak penyanyi yang melakukan konser dengan disaksikan berjuta pasang mata. Awalnya yang nyanyi hanya aku, Ucil, dan Tante, tapi ga lama Mbasiw dan Nyai juga ikutan. Sedangkan Kodel dan Mamih menjadi penonton. Ringring menjadi kamerawati (aseli direkam n sampe skarang rekaman menjijikan itu masih ada). Tiku, Donkdonk, Lishlish sedang kuliah. Kami nyanyi bermacam lagu, tapi yang paling ku ingat kami nyanyi lagu terserahnya Glenn Fredly dan Kangennya Chrisye. Kami bergaya bagai penyanyi profesional tapi agak kurang waras! Sarap banget dah pokoknya! Aku dan Tante sampai berjoget ala Kingkong.

Lelah konser, kami kumpul di kamar Mamih. Keringat mengucur deras. Suasana mencekam,mendung, dan gelap. Tiba-tiba..................................... DHUAR!!!.
Tidak terjadi apa-apa kok. Kami ngobrol biasa. Tapi entah mengapa lama-lama jadi ngomongin hantu. Saat lagi tegang-tegangnya, ada yang menjerit, spontan semuanya ikut menjerit dan berhamburan keluar kamar mamih. Sampai sekarang belum terungkap siapakah yang teriak duluan!! Nah lho!! Serem!! (ga kok, yang pasti diantara kami yang teriak).

Kegiatan lain adalah maen gagarudaan (pancasila pancasilaan). Waktu itu aku, Kodel, Ringring, dan Ucil lagi menjamah kamar Nyai. Seketika muncul ide untuk main gagarudaan.

"tau permainan gagarudaan ga? Pancasila pancasilaan itu lho yang cepet-cepetan nyebutin apa gitu sesuai abjad", tanyaku.

"oh yang nentuin abjadnya dari jumlah jari yang kita keluarin ya?", jawab Ringring

"iya bener. maen itu yu"

"owh ia ia aku juga tau. ayo maen,mau nebak apa?", kata kodel

"iklan aja biar gampang n banyak", Ucil ikut nyumbang ide

"iya, terus tar biar seru muka yang kalah dicoreng pake bedak gimana?", Nyai ga mau kalah.

"iya iya seru tuh, tar q ambil bedakku dulu, bedakku kan bedak bayi", kataku.

Permainan di mulai, suasana mulai gaduh. Ketawa keras, teriak-teriak nyebutin iklannya, dan dengan semangat membara mencoreng muka yang kalah. Tapi soridorimori yee mukaku nyaris tanpa coretan, maklum hanya kalah 1 kali di akhir permainan. Kiwiz tea atuh euy jago yang kayak gitu mah. Hoho.

Lalu kegiatan lain yang kami lakukan adalah dengerin radio perjuangan. Mau itu dikamarku atau radionya dibawa ke kamar Ringring. Biasanya kalau rada eror kami suka dangdutan, volume radiopun ga tanggung-tanggung kami besarkan, benar-benar ribut!.

Sebenarnya banyak banget kegilaan dan kebersamaan kami. Tiap hari kami melakukannya sampai-sampai tak terhitung ada berapa kegiatan kami itu. Senang sekali rasanya dan kangen banget ama kebersamaan kami itu. Walaupun kebersamaan kami singkat, tapi sangat mengesankan.
Mendekati akhir semester tugas semakin numpuk. Aku menyicil tugas sedikit demi sedikit. Kebetulan saat itu aku menyicil tugas esai bahasa inggris. Sebenarnya masih lama dikumpulkannya, masa konsultasi pun masih lama dimulainya,tapi aku mencari data-datanya dulu agar nanti tinggal membuat esainya saja. Saat ku cek, aku masih kekurangan data,maka akupun mengajak Ucil ke warnet.

"yah cil,gimana nih datanya kurang, ke warnet nyok mumpung udah ga ujan", ajakku

"yaudah ayo. Kodel ikut?", tanya Ucil pada kodel.

"ke warnet?Iya iya ikut. Kodel juga mau sekalian cari data", ucap kodel.

Tadinya kami mau ajak yang lain juga,tapi pada ga mau ikut. Baru melewati satu rumah tiba-tiba hujan turun lagi. Byurr!

"jiahh ujan, gimana neh lanjut apa balik?", tanya Ucil

"terserah,,Ayo cepet makin gede nih", seru Kodel.

"terserah aku juga. gimana?", kataku

"yaudah lanjut aja. Asik ujan-ujanan kayak laskar pelangi. Haha", ucap Ucil.

Kamipun berhujan ria menuju warnet. Sok-sokan kayak anak-anak Laskar Pelangi waktu adegan lari-lari pas hujan itu lho. Hahahaha. Sampai di warnet ternyata cuma ada 1 box yang kosong. Jadi kami bertiga desek-desekan deh kayak ikan asin. Aku duduk ditengah dan cukup menghabiskan tempat. Untung badan Kodel dan Ucil kurus kering kurang gizi, coba badan mereka sesemogh aku semua,bisa-bisa roboh tuh boxsnya.

Hm ok, sekedar sekilas info. Ada yang nyebut warnet itu warnet mesum. Katanya kalau tengah malem suka dipakai mesum. Emang sih tempatnya rada tertutup,tapi pintu boxnya celahnya ga rapet-rapet banget kok. Aku ama anak-anak PSC nyebutnya warnet Kaki Tiga. Hahaha. Artinya...... adddaaa dddeehhh. RAHASIA NEGARA PSC!

Balik lagi ke laptop!. Eh maksudnya balik ke kegiatan kami di warnet. Sambil mencari-cari artikel, aku buka-buka friendster (waktu itu facebook belum booming,malah aku belum mengenal. Haha). Si Ucil nyuruh aku buka fsnya si Bobo pacarnya Ucil.

"eh eh coba buka fsnya Bobo,ada cowo suka ama Bobo loh!", kata Ucil.

Aku membuka fsnya Bobo dan mencari komen dari cowo misterius itu. Ow ow ow ternyata ketemu juga komennya dan isinya ya gitu deh,tapi biasa kok ga parah banget. Karena penasaran, kami membuka fs cowo misterius itu. Demi menjaga privasi orang itu,kita sebut aja namanya "Mr.Gigo".

"wuiw ganteng euy", aku terseponah.

"ganteng sih ganteng,tapi...... Hiii.....", kata Ucil.

Mr.Gigo masih seorang anak SMA. Di Fsnya amat jarang teman cewek. Hampir semua temannya cowok-cowok bertubuh atletis, bertampang cute,ganteng, manis, kerawat bangetlah keliatannya, tapi sayang dia dan kebanyakan kawan-kawannya adalah seorang GUY!! . Padahal wajahnya ganteng dan kayak blasteran gitu. Sayang bangetlah pokoknya. Hehe

Ucil malah punya ide buat ngerjain Mr.Gigo. Kami membuat dua Fs baru. Yang satu perempuan, yang satu laki-laki. Fotonya kami ambil dari fs orang lain (iseng banget ya! Jangan ditiru!). Dari dua fs baru itu kita meng-add beberapa teman Mr.Gigo. Saking asyiknya melihat-lihat profil para Guy itu maka terlupakanlah niat awal ke warnet. Niat mencari bahan esai eh ujung-ujungnya waktu dan uang terbuang sia-sia hanya untuk melihat wajah si "penggemar" Bobo.

Beberapa hari kemudian, Ucil mengecek Fs dari hpnya.

"eh,coba liat ini. Kok fotonya sama kayak foto yang kita pasang di fs ini (fs yang kita buat sebagai laki-laki)", seru Ucil.

"wuahaha berarti waktu itu kita ngambil foto ini, kita pake sebagai primary, terus kita nge add si pemilik foto asli donk! Hahahaha sarap ikh!", seruku sambil ketawa.

"hahaha dudul ikh! Gimana donk?", ujar Kodel

"udah ga usah kita bales aja. Haha aneh aneh aja. Nih si Mr.Gigo juga udah nge approve", kata Ucil.

Ucil langsung mengirimkan komen pada si Mr.Gigo. Akupun membuka fs ku dan ternyata Mr.Gigo nge add aku! Buset dah!

"wew,kok Mr.Gigo tau Fs aku?!",aku bertanya keheranan. Sejenak semua terdiam berusaha mencari jawaban.

"olala, waktu itu kan kita buka Fs dia dari Fs kamu ceu!", Kodel memecahkan keheningan. Aku dan Ucil langsung ingat akan hal itu. Untung aku cewek, coba kalau cowok,bisa-bisa digoda deh ama dia. Hahaha. Lol!
"hayu ikh kapan kita nonton Laspel (laskar pelangi)??", tanya Mbassiw yang mupeng banget nonton pelem penomenal entuh.

"ya hayu atuh, siapa yang mau ngantri beli tiketnya?", aku balik nanya.

"aku rela kok ngantri, asal ada yang nemenin", ucap Mbassiw.

"yaudah,aku temenin gimana? Tapi kita pakai motor aja biar cepat", tawar Ucil.

"hm,ok. Ayo sekarang aja", ajak Mbassiw lagi.

"ayo. uangnya kita talangin dulu aja ya", kata Ucil.

Ucil dan Mbassiw segera berangkat ke Ambarukmo Plaza tapi sial ternyata katanya disana sudah ramai banget, sampai parkiran segala antrinya. Akhirnya mereka pulang dengan tangan hampa.

Mbassiw yang amat sangat banget pisan pengen nonton tetap tidak pantang menyerah. Berkali-kali dia mencoba (kayak undian aja terus mencoba) akhirnya perjuangannya tidak sia-sia karena pada suatu hari ia dapatkan juga tiket itu.

Awalnya aku dan Kodel berniat tidak ikut, keuanganku benar-benar tipis lagipula aku lagi agak galaw karena masalah rumah tangga dengan Bang Toyib! Hahaha jijay!. Aku sendiri sebenarnya tidak tahu kapan Mbassiw dan Ucil beli tiket, karena pada saat itu aku sedang boboci (bobo ciang).

Bangun tidur aku mengunjungi kamarnya Ringring, seperti biasa selain untuk mengacak-acak kamarnya, akupun kesana untuk ngobrol. Tak lama kodel menyusul ke kamar Ringring. Agak lama kami ngobrol,tiba-tiba kegaduhan suara orang naik tangga muncul.

"hay semua! Lihat ini!", seru Mbassiw sangat girang.

"akhirnya kita dapet juga! Tapi yang jam setengah 10 malem,gak papa kan. Pokoknya tar malem kita nonton!", Ucil ikut heboh.

"aku ga ikut ya",ucapku. Sebenarnya mupeng juga,tapi suasana hati lagi kacau dan ga mood.

"lho kenapa ceu, ni udah pas 9 lho",tanya mbassiw.

"lagi boke,dudul!", jawabku sambil menutupi alasan sebenarnya.

"udah ga papa, buat kamu ama kodel dibeliin anak-anak kok. ikut ya. Please..", pinta Mbassiw memelas.

"gimana nanti ya", ucapku ga semangat. Padahal dalam hati seneng juga, gratisan getoh! Hahaha. Tapi apa daya lagi ga mood. Akupun keluar dari kamar indah dan masuk ke kamarku.

Merasa bersalah juga sih membuat mereka bingung, apalagi Mbassiw yang sampai nge-sms minta maaf padaku (tenang sist, km ga salah kok! Haha).

Sehabis magrib, Kodel, Donkdonk, Tante, Ringring, Mamih, Mbassiw ngumpul di kamarku. Mereka meminta aku untuk ikut. Mereka juga menghiburku yang lagi uring-uringan. Tante dan kodel menyalakan radio perjuanganku sambil mencari lagu yang enak. Karena gelombangnya rada-rada ga jelas,tante menaikkan antena radio,tapi ohlala...Tante gak tau kalau antena itu copot dan bolong sehingga ku colokkan paku di bolongan antena itu, pas si tante narik pakunya eh si paku malah lepas (bayangin sendiri ya,susah jelasinnya), spontan kami semua tertawa ngakak, si mamih sampai bilang bisa-bisa radionya gentayangan (yaelah dikata kunti buu), sedangkan Mbassiw,, ternyata dia asyik merekam dari sebelum kejadian (qo bisa pas ya mau ada kejadian ntu??).

"haha udah ah, siap-siap aja yuk",ajak tante.

"oiah,hayuk siap-siap. Ni ucil sms katanya udah pesen taksi,ntar dia ama Bobo perginya", kata kodel.

Sekitar pukul 8 kami semua sudah siap. Dua buah taksi siap mengangkut kami. Ucil diantar Bobo dan janjian ketemu di twenty one (21). Sesampai di Amplaz,kami tidak langsung ke 21 tapi ke Carrefour dulu beli cemilan. Sekitar pukul 9,baru kami ke 21. Buset penuh bo! . Kami semua menunggu Ucil sambil asyik mengobrol. Nah di sini ada sesuatu yang ga mesti aku sebutin nih demi kebaikan semuanya. Kawan PSC yang tau,diam saja ya. Hehe. Tidak lama Ucil pun datang dan kami semua langsung masuk studio karena kebetulan pintu udah dibuka dari beberapa menit yang lalu.

Jrenk jrenk,, pelem penomenal dimulai. Awal cerita kami tertawa, tengah cerita mulai deh termehek-mehek. Haha. Sungguh tersihir dengan film yang membangkitkan semangat itu. (ehm, jadi ga sabar nunggu Sang Pemimpi neh.Hehe).

Pukul setengah 12an (mungkin,lupa sayah jamnya) film berakhir. Banyak mata-mata sembab yang mulai berhamburan meninggalkan studio. Karena Amplaz sudah tutup,mau tidak mau kami turun pakai lift yang nantinya kami keluar lewat basement. Menuju lift yang penuh sesak, kami melihat mbak-mbak berbaju hijau lebih besar dari Oki Lukman memakai baju seksi dan hotpants menuju cafe yang menurut saya lebih pantas disebut diskotik yang ada di plaza itu. Bukannya terlihat seksi tapi terlihat seperti gumpalan-gumpalan lemak memakai baju (Hahahaha Astagfirullah, saya juga "semogh",jd ga boleh ngomong gitu ah. Hehe). Akhirnya kamipun turun dan memanggil taksi. Di taksi yang ku naiki,duduknya empet-empetan,maklum Ucil juga ikut pulang pakai taksi. Hoho.

Seneng dan capek juga malam itu. Tapi lagi-lagi inilah salah satu dari sekian banyak pengalamanku di Jogja. I miss u PSC !


(kalau anak-anak PSC baca ini, tar nonton Sang Pemimpi juga yuk!!)
Lagi-lagi harus lembur. Sepulang kuliah kami langsung berkumpul di kostanku dan segera menuju SD-SD yang sudah kami incar untuk mengajukan proposal. Saat itu Siwak memang tidak masuk kuliah dan ditunggu-tunggupun tidak kunjung datang ke kostan. Lumayan kesal juga sih, apalagi motornya jadi kurang satu. Kebingungan+kekesalan melanda, untungnya si Ucil berhasil meminjam motor temannya dan secara sukarela mau menemani kami,akhirnya aku dibonceng Ucil, Achank dibonceng Febb, dan Kodel dibonceng Ringring.

Entah bagaimana ceritanya (haduh nenek sudah tua jadi lupa-lupa ingat gitu deh) motor Ringring berpisah dari motorku dan Febb. Rombongan aku dan Feb mendatangi salah satu SD. Tapi kami ditolak mentah-mentah! Kepala sekolahnya sok banget euy! Masa kita mau ngasih bibit tapi katanya ke sekolah pinggiran aja. Beuh!Dia pikir sekolahnya tuh ditengah kota apa?! Sama aja kali pinggiran! (maap esmosi euy.Haha).

Akhirnya mau gak mau rombonganku menuju Bantul (saking putus asanya gak dapet sekolahan tengah kota). Tapi saat sudah 3/4 perjalanan, si Kodel menelpon. Katanya dia udah berhasil dapat SD di daerah Kridosono, berhubung 1 komplek ya jadinya langsung 3 SD mereka dapat.

Pikiran kami mulai tenang, kamipun berbalik ke arah pulang. Saat baru sampai Janti, aku dan Ucil ngebakso dulu.Hehe. Sedangkan Febb dan Achank langsung balik.


Hari berikutnya kita mulai beraksi. Kami meminta izin ditengah-tengah jam KomBis (ocb-komunikasi bisnis dan pemasaran). Tapi Siwak lagi-lagi tidak masuk. Sudah di sms berkali-kali ga dibalas, di telpon katanya baru bangun. Terpaksa kita menunggu dia. Padahal izin jam setengah 11 tapi kita baru berangkat jam setengah 12 itupun pada akhirnya Siwak menyusul sendiri ke SD Ungaran.

Sampai di SD,hampir saja mereka udah bubaran. Siwak langsung menemui kepala sekolahnya dan kami di izinkan memberikan penyuluhan kepada anak-anak kelas 3 SD. Tapi lagi-lagi kami sial. Anak-anak kelas 3 SD Ungaran 1 sudah pada pulang. Kamipun tetap menyusuri koridor. Keberuntunganpun mendatangi kami. Masih ada kelas yang ada muridnya! Ga peduli mereka dari SD Ungaran berapapun,yang penting kami sudah diberi izin oleh ibu gurunya untuk mengganggu waktunya sedikit untuk memberikan penyuluhan walau jam itu hanya jam tambahan bahasa Inggris dan tidak semua murid ikut. Tak disangka anak-anak kelas 3 itu welcome banget sama kami. Mereka pun aktif bertanya dan menjawab pertanyaan. Lucu-lucu euy jadi inget waktu masih muda.Haha. Sesi foto-fotopun mereka aktif bergaya. Tapi sayang, Febb ngambil fotonya kabur-kabur jadi ga jelas dan berbayang. Padahal bagus-bagus lho.

Setelah selesai,kami berpamitan pada anak-anak dan ibu guru. Aku melihat ke bawah papan tulis sejenak dan.... Oo.Oww kapur warna-warni berserakan di lantai dan remuk. Tampaknya salah satu dari kami tidak sengaja menjatuhkannya. Tapi dengan polosnya kami keluar kelas tanpa rasa salah sedikitpun!.

Bibitpun akhirnya kami serahkan ke kepala sekolah. Lega rasanya telah selesai menyelesaikan tugas. Sebenarnya sih bibit di kostku masih banyak dan masih 2 SD lagi tapi kami sudah malas,capek, jenuh, sehingga kami tidak meneruskannya,cukup 1 SD saja.


Beberapa minggu kemudian tiba waktunya presentasi yang sangat seadanya. Kami sudah tidak peduli menang atau kalah yang penting tugas selesai (selain sebagai tugas, tugas itu sebagai perlombaan juga dari antar kelompok sampai finalnya antar kelas yang dilaksanakan pertengahan Desember 2008). Alhamdulillah walau tidak menang tapi setidaknya nilai kami bukan diurutan kelima atau paling bawah (di kelasku ada 5 kelompok). Lega rasanya hasil perjuangan kami tidak buruk-buruk amat.

Pengalaman menyenangkan, mengesankan, merepotkan, dan membangkrutkan. Haha. Habisnya kami secara tidak sadar kami mengeluarkan uang cukup banyak. Tapi asyik lah pengalaman ini menjadi kenanganku sewaktu di Jogja dan di mantan kampusku tentunya ^_^ .Hehe.





*thanks to:
Febri, Ibnu, Azwar, Indah, Dela, Pak Widi n Bu Tiwi dosen kombis, Irma, anak-anak Puri Shinta yang saling mendukung, Bapak kost yang rela kostannya jadi basecamp ngerjain tugas sampai malam, anak-anak OCB kelas P, Pak Kepsek SD Ungaran 1-3 + guru-guru + muridnya yang lucu-lucu, dan semua yang terlibat yang ga bisa disebutkan satu per satu. Thankz all !.
Pada bulan November 2008, aku mendapat tugas "Aksi Menebar Kebaikan" dalam mata kuliah Open Character Building-Komunikasi Bisnis dan Pemasaran di kampusku (mantan kampus sekarang mah. Hahaha). Kalau dipikir, agak kurang nyambung juga sih dari jurusan Akuntansi ke tugas itu. Tapi apa daya,kami hanya mahasiswa yang wajib melaksanakan tugas-tugas yang diberikan.

Pada awalnya rencana kegiatan kami berubah-ubah walau temanya tetap sama,yaitu penghijauan. Tapi pada akhirnya rencana-rencana itu gagal dan hampir membuat kami putus asa. Konflik antar anggotapun muncul. Dan pada suatu waktu akhirnya kami tersadar bahwa kami harus segera melaksanakan kegiatan karena batas waktu presentasi yang semakin dekat. Setelah berdiskusi cukup lama dengan teman-teman sekelompokku "Flamboyan Team" (nama yang eksotik kan) yang beranggotakan Aku, Kodel, Ring2, Siwak, Achank, dan Febb, maka kami memutuskan akan melakukan penyuluhan tentang PENTINGNYA MENANAM POHON DEMI MENGURANGI DAMPAK GLOBAL WARMING ke anak-anak SD serta memberikan bibit pohon ke sekolah tersebut. (Pada saat itu nama kegiatan kami adalah "1 POHON UNTUK 1000 KEHIDUPAN").

Bibit-bibit pohon itu tadinya mau kami beli dari hasil sumbangan para anggota kelompok, tapi setelah survey ternyata harganya mahal juga. Lalu kamipun memutuskan meminta bantuan ke Dinas Kehutanan Kota Yogyakarta. Kurang lebih 3x kami bolak-balik Dinas Kehutanan sampai pada akhirnya proposal kami disetujui dan mereka bersedia membantu kami dengan memberikan bibit-bibit pohon sebanyak 30 biji. Tapi sayangnya kami harus mengambilnya sendiri di Wonosari.

Sepulang kuliah kami istirahat sejenak,lalu langsung berangkat ke Wonosari. Sempat kesasar ke arah Parang Tritis juga kami (maklum kami semua pendatang dan belum terlalu tahu seluk beluk jalanan di Kota Gudeg), untungnya si Siwak dan Kodel nanya ke sebuah warung sehingga kami langsung memutar balik motor kami.

Kami menyusuri Ringroad selatan, motor kami masing-masing terpisah, aku yang saat itu dibonceng Febb ternyata ada di depan sedangkan yang lain masih tertinggal di belakang apalagi motor yang dikendarai Achank dan Ringring mereka ada di paling belakang.Hehe. Walau terpisah kami tetap melaju sendiri-sendiri sampai akhirnya bertemu kembali di pom bensin arah wonosari. Dari situ kita beriringan lagi.

Jalanan yang berbelok-belok dan naik turun bukannya membuat takut tapi malah menyenangkan. Dasar anak bandel,saat sepi kami memacu kendaraan lebih cepat (serasa naik jet coster) sambil menikmati pemandangan yang terbentang dan berfoto. Ternyata perjalanan jauh juga, kami sampai ditempat pengambilan bibit di daerah gunung kidul sekitar pukul setengah 6 sore.

Aku, Kodel, Ringring menunggu di kantor (sebenarnya lebih mirip rumah sih daripada kantor.Hehe), sedangkan cowok-cowok (Achank, Siwak, Febb) mengambil bibit entah dimana (mungkin sejenis kebun). Kami kira bibitnya masih segede-gede upil, eh ternyata udah pada remaja tuh bibit. Ribet gila bawanya!. Untung aku dan Febb pakai motor ringring yang berupa matic,jadi tuh bibit-bibit bisa ditaruh di depan.

Ditengah perjalanan pulang,kami berhenti sejenak di bukit bintang. Wiw pemandangannya keren! Lampu-lampu di kota Jogja terlihat bagai bintang yang berkelap kelip (kalau ama pacar mah romantis tuh. Hahay). Kami foto-foto disana. Setelah puas, kami kembali melanjutkan perjalanan. Lagi-lagi si Febb kebut-kebutan. Bikin jantung mau copot! . Siwak yang membonceng kodel juga sama saja ngebut. Tampaknya hanya Achank yang membonceng Ringring saja yang kalem mengendarai motor.

Kami berhenti sejenak di salah satu rumah makan. Maklum kami sangat lapar karena sejak berangkat sekitar pukul setengah 3an, kami memang belum makan. Sebelum makan kami bernarsis ria lagi, sesudahnyapun sama saja bernarsis ria (ternyata anak-anak cowo narsis juga). Sehabis makan kami langsung menuju Jogja dan kostanQ. Sampai di kostan, anak-anak cowok langsung balik ke kostan masing-masing, sedangkan aku,Kodel, Ringring masuk kamar masing-masing.

Huah, padahal belum ngajuin proposal ke SDnya lho! Baru sebatas survey SD-SD nya saja. Huft lembur lagi deh. Tapi seru kok.Hehe
Rabu, 05 Agustus 2009
"Ceukokom". Yah itulah nama populerku sampai sekarang di PSC. Panggilan itu berawal dari teman kampusku yang berasal dari Jawa Barat juga, sebut saja dia DeeJe. Si Deeje ini kalau manggil aku pasti dengan sebutan "Ceu" atau "Eceu" (salah satu panggilan untuk perempuan di Jawa Barat). Karena dari PSC ada 2 orang yang sekelas denganku, otomatis mereka menyebarkan panggilan itu di kostan. Awalnya aku enjoy-enjoy aja dengan panggilan itu. Eh beberapa minggu kemudian si Deeje malah manggil aku Ceukokom. Waktu itu aku lupa dia mau nanya apa, yang pasti dia manggil aku kayak gini :

"eceu,, ceukokom, blabla".

Si Kodel yang mendengar ucapan DeeJe dengan spontan ketawa, begitu juga dengan Ringring. Aku bukannya pengen ketawa, tapi malah pengen nyumpel mulut si DeeJe pakai kaos kaki busuk. Aneh-aneh aja dia manggil orang seenaknya,mukanya juga kalem-kalem aja kayak ga ada dosa. Haha. Dasar kau Djoko!.

Kodel dan Ringring malah tambah semangat menyebarkan panggilan itu di kostan. Penghuni lain juga ketawa ketiwi denger panggilan itu dan ikut-ikutan manggil aku dengan sebutan "Ceukokom". Katanya sih unik dan lucu! . Beuh!.

Dan sejak hari itulah nama Kiwiz berubah jadi Ceukokom sampai detik ini. Walau awalnya aku ga suka dengan panggilan itu,tapi lama-lama malah terbiasa, dan sekarang malah kangen dengan panggilan itu (dipanggil secara langsung face to face).

Bener-bener kangen deh dengan anak-anak PSC. I lup u full!.
Bulan puasa akan segera berakhir. Kampus pun telah meliburkan para mahasiswanya. Kami para penghuni PSC pun bersiap untuk mudik.

"tante, anter beli oleh-oleh yuk", pinta kodel.

"dimana?", tanya tante.

"dimana kiw??", kodel bukannya menjawab pertanyaan tante,malah nanya ke aku.

"aku mah biasanya di bakpia BE (nama toko disamarkan) deket stasiun", jawabku.

"tau kan jalannya?", tante nanya lagi.

"yup tau", jawabku lagi.

"yaudah ayo siap-siap. Tar keburu kemaleman", ucap tante. Memang saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Aku, Ring-ring, Kodel, dan Tante pun bersiap-siap.


Malam itu Jaliteung dan Red siap berpetualang lagi bersama kami.

"isi bensin dulu ya, di gejayan aja", kata Tante. Kebetulan warung yang jualan bensin deket kostan tutup. Kamipun melaju ke gejayan.

Setelah isi bensin,kami siap meluncur lagi. Dengan perlahan kami nyebrang untuk memutar arah. Tapi tiba-tiba dari arah belakang muncul sebuah motor dengan kecepatan cukup tinggi yang hampir menyerempet kami. Seketika Jaliteung (motor tante-red) hampir terjatuh tapi untung masih bisa ditahan. Akupun spontan turun dari motor demi menyelamatkan kaki kanan agar tidak kena body motor. Yah,alhamdulillah kami baik-baik saja. Tanganku lecet dikit dan kaki tante lecet juga. Si penyerempet edan bin gendeng hanya mengucap kata 'maaf' dan langsung pergi lagi.

Sepanjang jalan aku dan tante ngomongin si penyerempet.

"Uedan tuh orang, mata rabun kali ya! ga liat apa jelas-jelas kita masang rating kanan?!", ucap tante.

"iya bener, dasar gendeng!", seruku. "peringatan kali tante biar kita ga ketawa-ketawa mulu", aku menambahkan.

"iya kali", ucap tante.

Kodel dan Ringring keliatan khawatir juga melihat kami. Di lampu merah pun mereka menanyakan keadaan kami.

"sakit ga?",tanya kodel

"enggak kok. Hehe", jawabku sambil nyengir.

"beneran?", indah ga yakin

"bener kok. Tenang aja", tante meyakinkan.

Akhirnya kamipun sampai di malioboro,tapi olala macet cuy.. Jalanan semrawut. Tapi bagi tante yang ahli selap selip, menghadapi jalanan semrawut seperti itu sangat mudah. Ringringpun jadi terlatih menghadapi jalanan tersebut.

"deredet,,deredet", hp ku bergetar. (bunyi getaran ala hpQ yang eksotik). Tapi aku tak mempedulikannya.

"deredet det det", hp terus bergetar. Akhirnya ku lihat juga hp ku. Dan ternyata ada beberapa missed call dari kodel dan sms.

"ban ring2 kempes", bunyi sms itu.

"tante,ban indah kempes!", seruku.

"hah?Apa?", triak tante yang rupanya tak mendengar.

"motor kempes", ucapku lagi seraya aku melihat ke belakang. Si kodel dari tadi nunjuk-nunjuk motor yang ditumpanginya.

"owh, maju atuh duduknya". perintah tante.

Aku yang ga gitu ngeh, ngikut aja perintah tante. Aku kira untuk melindungi tas yang dia titipkan padaku karena saat itu lampu merah. (hahaha betapa bodohnya aku.). Jarak antara aku dan tante sangat dekat bagai sepasang kekasih mesum yang berboncengan! . Sumpah jijik kalau ingat! Haha. Begitu lampu hijau di perempatan BI,tante segera membelokkan motor ke kiri dan berhenti. Motor Ringring yang mengikuti di belakangpun ikut berhenti. Sedangkan tante celingak celinguk mandangin ban motornya.

"tante,cari tambal ban, motorku kempes", pinta ringring. Tante bengong sejenak.

"yang kempes teh motor siapa?", tanya tante dengan wajah bloon.

"motor aku", jawab Ringring.

"owalah... kiwiz juga kenapa mau disuruh maju duduknya?!", seru tante.

"aku kira buat ngelindungi tas", ucapku polos dengan wajah bloon juga.

"hahahaha.. Justru aku kira ban aku yang kempes, makannya nyuruh duduknya agak majuan", tante tertawa ngakak. Kodel dan Ringring pun ngakak.

"hahahahaha. GE*L*K banget ya. Hahaha.. Deket banget pula tadi kita duduk. Hahaha. Amit amit banget ikh! Geuleuh!", seruku sambil tertawa. Semuapun tertawa.

"udah udah, ayo cari tambal ban", ajak Ringring lagi.

Maka setelah bertanya pada tukang becak, kami segera mengikuti arah yang ditunjukkan dan menemukan tukang tambal ban. Sambil menunggu, kami berfoto sebentar, ngobrol ngomongin luka keserempet dan ngobrol ngalor ngidul. Tak lama, tambalpun selesai. Kami langsung menuju tujuan utama, yaitu toko bakpia BE.

Sesampai di tujuan, tante dengan segera beli es teh (padahal cuma pengen esnya aja buat ngompres luka). Sementara kodel ditemani Ringring sibuk beli oleh-oleh, aku menemani tante yang sibuk ngompres kakinya.

"udah beres?",tanyaku pada kodel.

"yap udah kok", jawabnya.

"yaudah,hayu atuh", ajakku.

Di sebuah pertigaan, aku dan tante menemukan hal lucu (menurut kami).

"kiwiz,liat geura orang itu", ucap tante sambil bermain mata menunjuk arah depan.

"hihihi tampak ganjil tante! Hahaha",aku cekikikan. Tante ikut-ikutan ketawa apalagi setelah mendengar ucapan "tampak ganjil". Sepanjang jalan kami ketawa, abisnya aneh banget tuh cewe duduknya. Kayak bebek nungging! Haha.

Akhirnya sekitar pukul setengah 10 kami sampai lagi di kostan. Aku dan tante masih ketawa ketiwi mengingat cewek tadi. Sementara kodel dan Ringring hanya menatap aneh.

"aku molor duluan ah. Gudnite", ucapku sambil masuk kamar.

Dikamar aku masih senyam senyum kayak orgil. Saat hampir terlelap aku berkata dalam hati "mau ke satu tujuan aja perjalanannya panjang banget. pengalaman mengesankan". :)
Masih di bulan puasa. Kala itu malam minggu, orang-orang sibuk buka puasa di luar. Ada yang sama pacarnya ataupun teman kampusnya. Dan yang tersisa tinggalah 6 bidadari cantik yang longdistance dengan para peliharaannya. (eh maksudnya kekasihnya). Sungguh malang sekali.

"buka di luar yuk", ajak mbassiw yg berasal dari Boyolali.

"dimana?", tanya ringring

"terserah deh dimana aja. Bosen nih di kost mulu".

"mending bukanya di kost aja, tapi tar makannya di luar", si tante yang daritadi asyik melototin infotainment mulai angkat bicara.

"iya kayak gitu aja. Tapi mau pake apa? Motor kan cuma dua", ujar kodel tidak mau ketinggalan bersuara.

"kan ada motor mbak dindon. Kita pinjem aja. Atau motor bapak kost. Hehe", jawab tante.

"lha trus tar yang bawa siapa?", tanyaku.

"kamu ama kodel aja yang pake motor mbak dindon. Haha", tante menertawakan aku yang tak bisa mengendarai motor. Huh kurang ajiarr!!

"beuh gitu si tante mah. Aku mau ama tante ajah. Kita bermesraan di motor, istriku. Hahaha", aku berkelakar. Ya begitulah kami yang rada sarap ini biasa bercanda. Tapi alhamdulillah kami cewe normal yang masih doyan cowo,itu hanya becandaan kami aja.

"owh oke suamiku, aku akan memboncengmu", ucap tante dengan suara seksi nan menggoda.

"hahahaha udah ah normal woy!",seru aku diiringi paduan ketawa.

Akhirnya diputuskan Nyai dan Mbassiw lah yang akan memakai motor mbak Dindon.


Setelah sholat magrib, kamipun bersiap-siap dan mengeluarkan motor. Motor RingRing yang bernama Red dan motor Tante yang bernama Jaliteung berhasil dengan mudah di stater, tapi bagaimana dengan motor tuanya mbak Dindon??

"Blessh. . .", bunyi motor itu ketika disela.

Mbassiw yang menyela menjadi panik karena setelah berkali-kali disela dan tidak nyala, eh waktu disela sekuat tenaga malah berbunyi seperti itu. Maka kamipun berniat membatalkan rencana kami dan cari makan sekitar kost saja. Tapi setelah cukup lama berpikir, kami punya ide untuk meminjam motor bapak kost. Alhamdulillah si bapak meminjamkan motor serta helmnya.

Rintangan tetap datang, kami bingung mau makan dimana. Awalnya mau di Gejayan tapi tidak jadi dan kami terus menelusuri jalan. Motor bapak kost yang dikendarai Nyai pun sempat terpisah. Akhirnya setelah lama kami menelusuri jalan, kami menemukan nasi goreng sapi. Kamipun makan disitu.

Sehabis makan kami langsung menuju alkid alias alun-alun kidul (selatan-red). Sebelumnya kami mampir dulu di alun-alun utara untuk sekedar berfoto ria. Lalu perjalanan dilanjutkan. Sesampainya di alkid, kami tetap berfoto-foto. Tadinya mau pada coba jalan melewati beringin kembar dengan mata tertutup, tapi aku takut. Hohoho. Setelah puas foto-foto dan nikmatin keramaian disana,kamipun pulang.

Karena padatnya jalan keluar area alun-alun, motor yang dikendarai Nyai lagi-lagi terpisah (dasar nyai onggeng si lambreta mania! Hehe pizz lagi Nyai!). Akhirnya setelah dikontak, kami sepakat berpisah dari motor Nyai. Dan malangnya kami salah belok, harusnya ke kiri,tapi kami malah ke kanan dan kami tidak tahu bahwa kami salah jalan.

Dengan santainya kami tetap melaju dan terus lurus mengikuti jalan. Setelah agak jauh,kami baru tersadar bahwa kami salah jalan. Kami melaju ke arah kotagede. Sumpah kami kebingungan banget saat itu,mana jam udah menunjukkan pukul 9 malam. Tapi sebingung-bingungnya kami, kami tetap memasang muka "stay cool" dan terus mengikuti jalan sesuai perkataan hati nurani kami. Saat jalanan sepi,kami berusaha memacu kendaraan lebih cepat demi menghindari hal tidak diinginkan.

Jalan demi jalan kami susuri. Kami sadar betapa jauhnya kami kesasar. Saat melihat plang rumah makan ternyata kami ada di daerah jl.bantul (kalau ga salah. Haha). Bingung juga,awal-awal arah kotagede, tiba-tiba sudah ada di arah Imogiri. Akhirnya kami menemukan perempatan. Kiri arah Solo, kanan lupa lagi (hehe), lurus Imogiri. Dengan hati lumayan tenang,kami langsung belok kiri. Ya,ternyata itu Ringroad selatan. Dalam pikiran kami cukup susuri ringroad saja, toh itu arah Solo dan ujung-ujungnya pasti ketemu ama ringroad utara dan kostan kami memang ada di daerah sana. Kamipun kembali melaju kendaraan dengan cepat karena daerah situ sangat sepi. Melaju dan terus melaju.

Kembali kami menemukan perempatan. Lebih tenang lagi hati kami, karena arah ke kiri adalah Yogyakarta. Kami susuri terus arah itu dan sampai juga di daerah yang kami hafal. Dari situ kami benar-benar tenang. Kami langsung melaju ke arah kostan kami yaitu daerah Condong Catur. Alhamdulillah akhirnya kami sampai dengan selamat di kostan tercinta.

Sampai kostan sekitar pukul 11 lebih. Aku benar-benar tepar. Aku sudah tak peduli dengan orang-orang yang menanti kami. Segera aku ke atas, ambil air wudhu, sholat, dan tidur.

Benar-benar pengalaman yang mengesankan. Alhamdulillah Allah melindungi kami semua,khususnya kami berempat yang kesasar. Thanks God! .
Kamis, 02 Juli 2009
Pertama kali puasa di tempat kost?? Hm dibenakku hal itu sungguh menyedihkan. Kebayang saat sahur aku harus keluar sendiri bak WTS pulang ke peraduannya (loh??Loh?? Ngawur ah gak nyambung. Amit amit deh!!). Tetapi seketika hal dibenakku itu ter-delete dari memori otakku dan aku sadar seraya berkata "AKU TIDAK HIDUP SENDIRI DISINI!!".

"Kiw, bangun! Sahur sahur!", seseorang mengetuk pintu dan membuka jendela kamarku.

"iya bentar". Ucapku sambil narik selimut. Niat mau tidur 5 menit lagi saja tapi tidak bisa. Hentakkan sendal beberapa orang yang turun tangga dan gedoran gedoran pintu membuatku mengurungkan niatku.

"buset berisik amit. Berasa ada kerusuhan!", gerutuku. Aku bangkit dari tempat tidur dan keluar kamar sambil membawa piring.

"hahaha kiwis ngapain bawa piring?! Kita belum masak tau. Hahaha", kodel cekikikan diikuti tawaan tawaan makhluk hidup yang ada di bawah.

"ya gak apa apa donk biar gak bulak balik", aku mengeles sambil turun tangga dengan mata penuh belek.

Sahur kali itu kami membuat telur goreng dan mie goreng (makanan kebangsaan anak kost). Setelah itu kami siap-siap sholat subuh dan tidur lagi sekitar 2 jam karena ada kuliah pagi.

Karena waktu kuliah kami anak-anak XYY dari jam 7-12, maka kami punya banyak waktu untuk berkumpul dan menggila bersama. Kamipun merencanakan untuk buka bersama satu kost-an pada hari itu.

"kawan, tar sore kita buka di malioboro aja gimana? Kita berangkat skitar jam setengah 5", usul mamih.

"aduh, aku ama tiku gak bisa ikut, ada acara bubar ama temen kelas", ujar lizhlizh.

"iya nih, kami orang mau bubar. Maaf ga bisa ikut kelian", Tiku mengiyakan ucapan Lizhlizh dengan logat lampungnya.

"yah, ga kumplit donk", ucapku kecewa.

"maaf deh", Tiku meminta maaf.

"ehmz kayaknya aku gak bareng kalian berangkatnya. Aku ama Bobo. Kita ketemuan disana ya", Ucil memecah keheningan. Yang lain hanya mengiyakan.

Walau hanya bersembilan, tapi kami tetap pergi buka puasa diluar. Sekitar pukul setengah lima kami sudah meninggalkan kost-an. Karena jauhnya shelter Trans Jogja dari kost-an, menunggu bus datang, dan jauhnya perjalanan, kami baru tiba di Malioboro sekitar pukul setengah enam. Tidak lama setelah sampai, Ucil pun datang bersama Bobo pacarnya. Kami bingung mau buka dimana apalagi waktu berbuka sudah semakin dekat. Kami berjalan dan menemukan lesehan yang menurut kami mungkin gak mahal-mahal banget lah. Eh ternyata eh ternyata yang pualing murah itu nasi gudeg!. Buset dah, nasi gudeg doang mah ngapain jauh-jauh ke Malio! Huft.. Akhirnya beberapa diantara kami mau gak mau makan gudeg, yang lain pesan bebek goreng. Walau begitu kami tetap senang bisa buka bersama diluar. Dan yang bikin senang, sewaktu kita foto-foto ada juga bule yang moto kita. Hahaha berasa artis Holywood yang dikejar-kejar wartawan dimanapun hanya untuk pemotretan.

Setelah makan, kami sholat magrib, lalu jalan-jalan, dan pulang ke kost pakai taxi (padahal duit udah mepet. Terpaksa pakai taxi karena udah kemaleman dan udah gak ada Trans Jogja).

Sampai di kost semua tepar. Hanya aku, Mbassiw, dan Ucil yang bertahan karena kami ingin nonton acara yang menampilkan band favorit kami, sebut saja dia bunga (bukan,bukan,bukan kok!!) tapi Andexa Band. Kami bela-belain tidur di ruang tv demi melihat mereka. Beuh..

[tu bi kontinyu >> Dari Alkid sampai Bantul ]
Selasa, 30 Juni 2009
Hampir sebulan sudah aku menginjakkan kaki di 'rumah' baruku. Aku pun sudah sangat akrab dengan keluarga baruku.

"jalan-jalan yuk", ajak ucil si empunya kamar no 14 masuk ke kamarku.

"ayo ayo, kemana?", tanyaku

"malioboro mau?"

"hm.. Ayo aja."
Saat itu yang pergi hanya aku, ucil, nyai, dan kodel saja. Yang lain entah mengapa tidak ikut. Kami ke Malioboro pake trans jogja.

Karena tujuan kami hanya Malioboro dan tidak punya tujuan lain,maka sesampainya di sana kami terdiam sejenak (bingung mu kemana lagi) akhirnya untuk membuang kebingungan, otak narsis si ucil muncul dan kami memutuskan untuk foto-foto. Dari foto di bawah lampu, deket tempat sampah, sampai di becak pun kami jabanin. Sambil jalan kami menemukan mobil yang penuh hiasan rangkaian bunga di salah satu hotel berbintang. Kebetulan di sana ada orang memakai baju adat juga. Dan kamipun berniat foto di depan mobil itu. Dengan berbekal motto "MUKA TEBAL", si nyai memberanikan diri meminta difotokan di depan mobil.

"Mas, boleh minta tolong fotoin?", pinta nyai dengan muka memelas nan tak tahu malu. Hehe piss nyai ^^v .
Si mas mas nya malah cengar cengir malu-malu kucing tunjuk tunjuk ke temanmya. Setelah di bujuk akhirnya mau juga dia fotoin kami. Dan ternyata eh ternyata temennya si mas mas malah ikut foto sama kami. GUBRAK!!



Bulan September adalah bulan yang penuh keceriaan bagi kami. Walau perkenalan kami baru sebulan dan kami berasal dari kota berbeda tapi akrabnya sudah luar biasa seperti sudah bertahun tahun kami kenal satu sama lain.

Hari Minggu tiba dan ini waktunya bersih-bersih kamar. Seisi kost sibuk membersihkan kotoran-kotoran di kamar. Begitu juga denganku. Barang-barang yang bisa ku angkut ku keluarkan dari kamar. Ku bersihkan kamarku dengan teliti, sampai kotoran kecil seperti upil yang ku tempel di tembokpun ku bersihkan. Lelah memang,tapi lumayan itung itung pembakaran lemak yang menggumpal di tubuhku nan semogh ini. Haha.

Untuk menepis kelelahan, seperti biasa si super narsis Ucil ngajak kami foto-foto. Maka dengan muka dekil belum mandi kami siap untuk pemotretan. Cekrak cekrek berbagai gaya kami berpose.

"wew,donk donk kwetiau tu nampak!Haha", ucapku

"eh he-eh ia. Hehe", donk donk nyengir bak kuda memakai kacamata sambil membenarkan kwetiaunya.

Dan kami melanjutkan pemotretan. Sumpah culun plus kucel abis muka muka mereka, kecuali aku yang selalu mempesona walau kucel. :p

"cuy,masak yuk", ajak tante.

"masak naon?", tanyaku

"sambel goreng kentang aja yuu", mamih nimbrung.

"ok sip!!", semua serentak menjawab.

Kami pun patungan belanja dan mulai memasak. Mamih, Tante, dan Ucil adalah koki handal kami. Masakannya Mak Nyuz buanget!! Alhamdulillah nikmat sekali kebersamaan kami.

[tu bi kontinyu >> September Ceria 2 (Puasa) ]